Mengenai Saya

Labels

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label ulahanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ulahanku. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

tadung tangga babahasa banjar (ular tangga bahasa banjar)




Read More

Kamis, 13 Oktober 2011

PASAR TERAPUNG
kota yang dikenal sebagai kota seribu sungai ini jangan sampai terlewatkan ke pasar terapung, pasar yang telah telah mendunia. Pasar terapung ini berada di kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan tepatnya di muara sungai martapura, para pedagang di pasar ini menawarkan barang dagangannya menggunakan jukung (sebutan perahu khas banjar) , dan begitu pula bagi yang mau beli juga harus menggunakan jukung untuk membeli

Dan yang lebih unik lagi, pasar ini aktivitasnya dimulai dari pukul 3.30 WITA sampai sekitar 6.30 WITA.  DI pasar ini kita bisa membeli barang2 layaknya di pasar kebanyakan seperti sayuran, buahan, wadai ,sarapan pagi, dan mungkin juga beli lauk pauk . Dan tenang, ketika di pasar terapung tersebut kita akan didatangi oleh penjual2nya alias didekati oleh jukung2 tersebut sambil menawari barang dagangannya

TAKSI KUNING
Taksi kuning adalah salah satu alat transportasi umum untuk wilayah banjarmasin,di daerah banjarmasin orang orang biasanya meyebut angkot dengan taksi,sedangkan taksi disebutnya dengan argo saja.

TANGHARI
Kalau dibahasa indonesiakan artinya sama dengan tengah hari 
bahasa banjar banyak memiliki kemiripan dengan bahasa indonesia
jadi,jangan kuatir kalau mau berkunjung ke kalimantan selatan.hee
Read More
SYAMSUDINNOR
Bandar Udara Syamsudin Noor adalah bandar udara yang terletak di Banjarbaru dekat Banjarmasin, tepatnya di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.500 x 45 m. Jarak dari kota Banjarmasin sekitar 25 km. Bandar udara ini dikelola PT. Angkasa Pura I.Bandara ini melayani penerbangan tujuan internasional hanya pada saat musim haji.


KAIN SASIRANGAN
Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan, yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat tali rafia dan selanjutnya dicelup.

Upaya untuk melindungi budaya Banjar ini, telah diakui oleh pemerintah melalui Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM RI

Bahan baku Kain Sasirangan yang banyak digunakan hingga saat ini adalah bahan kain yang berasal dari serat kapas (katun). Selain itu, pembuatan kain celup ikat adalah sejalan dengan proses celup rintang yang lain seperti batik dan tekstil adat.

Saat ini pengembangan bahan baku cukup meningkat, dengan penganekaragaman bahan baku nonkapas seperti, polyester, rayon, ataupun sutra. Desain/corak didapat dari teknik-teknik jahitan dan ikatan yang ditentukan oleh beberapa faktor, selain dari komposisi warna dan efek yang timbul antara lain, jenis benang/jenis bahan pengikat.


BANJAR
Tulisan banjar dengan corak atau salah satu mptif kain sasirangan
semoga kain ini bisa bersaing di indonesia dan luar negri...
Read More
DAYAK
Dayak atau Daya (ejaan lama: Dajak atau Dyak) adalah kumpulan berbagai subetnis Austronesia yang dianggap sebagai penduduk asli. yang mendiami Pulau Kalimantan. Budaya masyarakat Dayak adalah Budaya Maritim atau bahari. Hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan dengan "perhuluan" atau sungai, terutama pada nama-nama rumpun dan nama kekeluargaannya

Istilah "Dayak" paling umum digunakan untuk menyebut orang-orang asli non-Muslim, non-Melayu yang tinggal di pulau itu. Ini terutama berlaku di Malaysia, karena di Indonesia ada suku-suku Dayak yang Muslim namun tetap termasuk kategori Dayak walaupun beberapa diantaranya disebut dengan Suku Banjar dan Suku Kutai. Terdapat beragam penjelasan tentang etimologi istilah ini. Menurut Lindblad, kata Dayak berasal dari kata daya dari bahasa Kenyah, yang berarti hulu [sungai] atau pedalaman. King, lebih jauh menduga-duga bahwa Dayak mungkin juga berasal dari kata aja, sebuah kata dari bahasa Melayu yang berarti asli atau pribumi. Dia juga yakin bahwa kata itu mungkin berasal dari sebuah istilah dari bahasa Jawa Tengah yang berarti perilaku yang tak sesuai atau yang tak pada tempatnya.

Istilah untuk suku penduduk asli dekat Sambas dan Pontianak adalah Daya, sedangkan di Banjarmasin disebut Biaju (bi= dari; aju= hulu).Jadi semula istilah Daya ditujukan untuk rumpun Bidayuh yang selanjutnya dinamakan Dayak Darat yang dibedakan dengan Dayak Laut (rumpun Iban). Di Banjarmasin, istilah Dayak mulai digunakan dalam perjanjian Sultan Banjar dengan Hindia Belanda tahun 1826, untuk menggantikan istilah Biaju Besar (daerah sungai Kahayan) dan Biaju Kecil (daerah sungai Kapuas Murung) yang masing-masing diganti menjadi Dayak Besar dan Dayak Kecil. Sejak itu istilah Dayak juga ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun Barito. Selanjutnya istilah “Dayak” dipakai meluas yang secara kolektif merujuk kepada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda-beda bahasanya, khususnya non-Muslim atau non-Melayu. Pada akhir abad ke-19 istilah Dayak dipakai dalam konteks kependudukan penguasa kolonial yang mengambil alih kedaulatan suku-suku yang tinggal di daerah-daerah pedalaman Kalimantan. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Kalimantan Timur, Dr. August Kaderland, seorang ilmuwan Belanda, adalah orang yang pertama kali mempergunakan istilah Dayak dalam pengertian di atas pada tahun 1895

Arti dari kata ‘Dayak’ itu sendiri masih bisa diperdebatkan. Commans (1987), misalnya, menulis bahwa menurut sebagian pengarang, ‘Dayak’ berarti manusia, sementara pengarang lainnya menyatakan bahwa kata itu berarti pedalaman. Commans mengatakan bahwa arti yang paling tepat adalah orang yang tinggal di hulu sungai. Dengan nama serupa, Lahajir et al. melaporkan bahwa orang-orang Iban  menggunakan istilah Dayak dengan arti manusia, sementara orang-orang tunjung dan benuaq mengartikannya sebagai hulu sungai. Mereka juga menyatakan bahwa sebagian orang mengklaim bahwa istilah Dayak menunjuk pada karakteristik personal tertentu yang diakui oleh orang-orang Kalimantan, yaitu kuat, gagah, berani dan ulet.Lahajir et al. mencatat bahwa setidaknya ada empat istilah untuk penuduk asli Kalimantan dalam literatur, yaitu Daya', Dyak, Daya, dan Dayak. Penduduk asli itu sendiri pada umumnya tidak mengenal istilah-istilah ini, akan tetapi orang-orang di luar lingkup merekalah yang menyebut mereka sebagai ‘Dayak’.


PANGERAN ANTASARI

Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, 1797atau 1809 – meninggal di Bayan Begok, Hindia-Belanda, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia.

Ia adalah Sultan Banjar. Pada 14 Maret 1862, beliau dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja
Semasa muda nama beliau adalah Gusti Inu Kartapati. Ibu Pangeran Antasari adalah Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Ayah Pangeran Antasari adalah Pangeran Masohut (Mas'ud) bin Pangeran Amir. Pangeran Amir adalah anak Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah yang gagal naik tahta pada tahun 1785. Ia diusir oleh walinya sendiri, Pangeran Nata, yang dengan dukungan Belanda memaklumkan dirinya sebagai Sultan Tahmidulla IIPangeran Antasari memiliki 3 putera dan 8 puteri. Pangeran Antasari mempunyai adik perempuan yang bernama Ratu Antasari alias Ratu Sultan Abdul Rahman yang menikah dengan Sultan Muda Abdurrahman bin Sultan Adam tetapi meninggal lebih dulu sebelum memberi keturunan.







BA AYUN
Baayun  adalah aktivitas seseorang untuk menidurkan anak kecil.seoarang bayi atau anak kecil akan merasa nyaman saat di ayun sehingga ia bisa tertidur nyenyak
Di salahsatu kabupaten yang ada di Banjarmasin melaksakan ritual baayun setahun sekali pada tanggal 12 rabiul awal,pesertanya tidak hanya anak kecil,orang dewasa pun ikutan.orang yang ikut acara tersebut bisa mencapai 5 ribuan untuk tiap tahunnya.acara tersebut di maksudkan untuk ungkapan rasa syukur kepada TYME atas nikmat dan anugerah yang telah diberikan
Read More

Jumat, 07 Oktober 2011

MANDAU
Pada jaman dulu jika terjadi peperangan, suku Dayak pada umumnya menggunakan senjata khas mereka, yaitu mandau. Mandau merupakan sebuah pusaka yang secara turun-temurun yang digunakan oleh suku Dayak dan diaanggap sebagai sebuah benda keramat. Selain digunakan pada saat peperangan mandau juga biasanya dipakai oleh suku Dayak untuk menemani mereka dalam melakukan kegiatan keseharian mereka, seperti menebas atau memotong daging, tumbuh-tumbuhan, atau benda-benda lainnya yang perlu untuk di potong.
Biasanya orang awam akan sering kebingungan antara mandau dan ambang. Orang awam atau orang yang tidak terbiasa melihat atau pun memegang mandau akan sulit untuk membedakan antara mandau dengan ambang karena jika dilihat secara kasat mata memang keduanya hampir sama. Tetapi, keduanya sangatlah berbeda. Namun jika kita melihatnya dengan lebih detail maka akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok, yaitu pada mandau terdapat ukiran atau bertatahkan emas, tembaga, atau perak dan mandau lebih kuat serta lentur, karena mandau terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dan diolah oleh seorang ahli. Sedangkan ambang hanya terbuat dari besi biasa, seperti besu per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan atau batang besi lain.
Mandau atau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau harus disimpan dan dirawat dengan baik ditempat khusus untuk penghormatan. Karena suku Dayak yakin bahwa mandau memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi pemiliknya dari serangan atau niat jahat dari lawan-lawannya. Dan mandau juga diyakini dijaga oleh seorang perempuan, dan jika pemilik mandau tersebut bermimpi bertemu dengan perempuan yang menghuni mandau, berarti sang pemilik akan mendapatkan rejeki.
Mandau selain dibuat dari besi batuan gunung lalu diukir, pulang atau hulu mandau (tempat untuk memegang) dibuat berukiran dengan menggunakan tanduk kerbau untuk yang pulang-nya berwarna hitam. Dan menggunakan tanduk rusa untuk pulang yang berwarna putih. Pembuatan pulang dapat juga menggunakan kayu kayamihing. Pada bagian ujung dari pulang diberi atau ditaruh bulu binatang atau rambut manusia. Untuk dapat melengkatkan sebuah mandau dengan pulang dapat menggunakan getah kayu sambun yang terbukti sangat kuat kerekatannya.Setelah itu kemudian diikat lagi dengan jangang, namun jika jangang sulit ditemukan dapat menggunakan uei (anyaman rotan).
Read More
HASAN BASRI
Brigjen Hasan Basry (lahir dikandangan hulu sungai selatan,17 juni 1923 – meninggal di jakarta,15 juli 1984 pada umur 61 tahun) adalah seorang tokoh militer Indonesia. Ia dimakamkan di Simpang Tiga,liang anggang,kota banjar baru ,Kalimantan selatan. Dianugerahi gelar pahlawan nasional indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 110/TK/2001 tanggal 3 november

Hasan Basry menyelesaikan pendidikan di Hollands Inlandsche School  yang setingkat sekolah dasar, kemudian ia mengikuti pendidikan berbasis Islam, mula-mula di Tsanawiyah al-Wathaniah di Kandangan, kemudian di Kweekschool Islam Pondok Modern di ponorogo,jawa timur.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Hasan Basry aktif dalam organisasi pemuda kalimantan yang berpusat di surabaya. Dari sini ia mengawali kariernya sebagai pejuang. Pada 30 Oktober 1945, Hasan Basry berhasil menyusup pulang ke Kalimantan Selatan dengan menumpang kapal Bintang Tulen, yang berangkat lewat pelabuhan Kalimas Surabaya. Sesampainya di Banjarmasin, Hasan Basry menemui H. Abdurrahman Sidik di Pekapuran, untuk mengirimkan pamflet dan poster tentang kemerdekaan Indonesia. Selain itu melalui AA. Hamidhan, juga dikirim pamflet ke Amuntai dengan Ahmad Kaderi, sedangkan yang ke Kandangan dikirim lewat H. Ismail.
Di Haruyan pada tanggal 5 Mei 1946 para pejuang mendirikan Lasykar Syaifullah. Program utama organisasi ini adalah latihan keprajuritan, sebagai pemimpin ditunjuklah Hassan Basry. Pada tanggal 24 September 1946 saat acara pasar malam amal banyak tokoh Lasykar Syaifullah yang ditangkap dan dipenjarakan Belanda. Karena itu Hassan Basry mereorganisir anggota yang tersisa dengan membentuk , Benteng Indonesia.
Pada tanggal 15 Nopember 1946, Letnan Asli Zuchri dan Letnan Muda M.Mursid anggota ALRI Divisi IV yang berada di Mojokerto, menghubungi Hassan Basry untuk menyampaikan tugas yaitu mendirikan satu batalyon ALRI Divisi IV di Kalimantan Selatan. Dengan mengerahkan pasukan Banteng Indonesia Hassan Basry berhasil membentuk batalyon ALRI tersebut. Ia menempatkan markasnya di Haruyan. Selanjutnya ia berusaha menggabungkan semua kekuatan bersenjata di kalimantan selatan  ke dalam kesatuan yang baru terbentuk itu.
Perkembangan politik di tingkat pemerintah pusat di jawa menyebabkan posisi Hasan Basry dan pasukannya menjadi sulit. Sesuai dengan perjanjian linggarjati (25 maret 1947), Belanda hanya mengakui kekuasaan de facto RI atas Jawa, madura dan sumatra. Berarti kalimantan merupakan wilayah yang ada di bawah kekuasaan belanda. Akan tetapi, Hasan Basry tidak terpengaruh oleh perjanjian tersebut. Ia dan pasukannya tetap melanjutkan perjuangan melawan belanda. Sikap yang sama diperlihatkan pula terhadap perjanjian renville (17 januari 1948). Ia menolak untuk memindahkan pasukannya ke daerah yang masih dikuasai RI, yakni ke jawa
Perjuangan Hassan Basry di Kalimantan Selatan selalu merepotkan pertahanan Belanda pada masa itu dengan puncaknya berhasil memproklamasikan kedudukan Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia yang dikenal dengan Proklamasi 17 Mei 1949.
Pada tanggal 2 September 1949 dilakukan perundingan antara ALRI DIVISI (A) dengan Belanda, beserta penengah UNCI. Pada kesempatan ini, Jenderal Mayor Suharjo atas nama pemerintah mengakui keberadaan ALRI DIVISI (A) sebagai bagian dari Angkatan Perang Indonesia, dengan pemimpin Hassan Basry dengan pangkat Letnan Kolonel.
Kemudian pada 1 November 1949, ALRI DIVISI (A) dilebur ke dalam TNI Angkatan Darat Divisi Lambung Mangkurat, dengan panglima Letkol Hassan Basry. Selesai perang kemerdekaan, beliau melanjutkan pendidikan agamaya ke Universitas Al Azhar tahun 1951 – 1953. Selanjutnya diteruskan di American University Cairo tahun 1953 – 1955.
Sekembalinya ke tanah air, pada tahun 1956, Hassan Basry di lantik sebagai Komandan Resimen Infanteri 21/Komandan Territorial VI Kalsel. Dan pada tahun 1959, ditunjuk sebagai Panglima Daerah Militer X Lambung Mangkurat.
Pada saat suasana politik memanas karena kegiatan PKI dan ormasnya, Hassan Basry mengeluarkan surat pembekuan kegiatan PKI beserta ormasnya pada tanggal 22 Agustus 1960. Keluarnya surat ini sempat ditegur oleh Presiden Sukarno, namun Hassan Basry sebagai kepala Penguasa Perang Daerah Kalsel tidak mentaati teguran presiden. Pembekuan PKI dan ormasnya diikuti oleh daerah Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan, peristiwa ini dikenal dengan sebutan Tiga Selatan. Pada tahun 1961 – 1963, menjabat Deputi Wilayah Komando antar Daerah Kalimantan dengan pangkat Brigadir Jenderal. Pada tanggal 17 Mei 1961, bertepatan peringatan Proklamasi Kalimantan, sebanyak 11 organisasi politik dan militer menetapkan Hassan Basry sebagai Bapak Gerilya Kalimantan. Kesepakatan ini diikuti oleh ketetapan DPRGR Tingkat II Hulu Sungai Utara pada tanggal 20 Mei 1962, yaitu ketetapan Hassan Basry sebagai Bapak Gerilya Kalimantan.
Pada 1960 – 1966, Hassan Basry menjadi anggota MPRS. Pada tahun 1970, beliau diangkat sebagai Ketua Umum Harian Angkatan 45 Kalsel sekaligus sebagai Dewan Paripurna Angkatan 45 Pusat dan Dewan Paripurna Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia. Pada 1978 – 1982, Hassan Basry menjadi anggota DPR.
Hassan Basry meninggal pada tanggal 15 Juli 1984 setelah sakit dan dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Pemakaman beliau dilaksanakan secara militer dengan inspektur upacara Mayjen AE. Manihuruk. beliau dimakamkan di Liang Anggang Banjarbaru Kalimantan Selatan. Atas jasa-jasanya, beliau dianugerahi sebagai Pahlawan Kemerdekaan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 3 November 2001.

Read More
 
LUKAH
lukah adalah sejenis perangkap ikan biasanya terbuat dari bambu.lukah bisa digunakan di tempat yang tidak dalam seperti di sawah dan sungai-sungai yang dangkal.
Read More
BAJULUR ILAT
bajulur (b.banjar)= mengeluarkan(b.indonesia)
ilat (b.banjar)= lidah(b.indonesia)
Read More
 
PAPUYU BA GINCU
papuyu bagincu adalah istilah di daerah kalimantan selatan untuk seorang wanita muda
Read More

Kamis, 06 Oktober 2011

SURGA DIBAWAH TALAPAK BATIS UMA
SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU
Ibu...
Penerang bagi setiap jalan yang ku tempuh
Sandaran bagi kehidupan ku
Dan penopang bagi semua keluh kesahku
Tangisku dan semua kenakalanku
Tak pernah jadi deritamu
Yang ada hanya rasa sayang.

Yang semakin besar saat ku beranjak dewasa
Terima kasih bu...
Kau telah menjadi bagian dari hidup ku
Dan kau akan selalu tersimpan
Di dalam lubuk hati ku...

TAYUK
tayuk adalah sejenis minuman yang mengandung alkohol,seperti bali mempunyai arak bali sedengkan
dikalimantan selatan juga ada,namanya tayuk.
Read More
 
HABANG = MERAH
KUNING=KUNING
HIJAU=HIJAU

 
BUANG RATIK DIWADAHNYA= BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

 
SAWALAS=SEBELAS

 
BANJAR

JEMBATAN RUMPIANG
Jembatan Rumpiang adalah jembatan yang membentang di atas sungai marabahan, kota marabahan,kab barito kuala. Jembatan ini diresmikan oleh presedin sby pada tanggal 25 april 2008. Dengan hadirnya  jembatan  tersebut akan memperlancar arus lalu lintas dari kota marabahan menuju banjarmasin dan sebaliknya yang sebelumnya harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi sungai barito
Jembatan Rumpiang sendiri memiliki total panjang bentang 753 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter menggunakan konstruksi pelengkung rangka baja. Pembangunan Jembatan Rumpiang dimulai sejak akhir tahun 2003, menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD kabupaten barito kuala dan Pemprov kalimantan selatan sebesar Rp174,5 miliar
Read More
 
AMUK HANTARUKUNG


Panglima Bukhari (lahir di Hantarukung,simpur,hulu sungai selatan,kalimantan selatan, indonesia,tahun 1850 – meninggal di simpur,hulu sungai selatan,kalimantan selatan,indonesia,19 september 1899pada umur 49 tahun) adalah seorang panglima perang banjar yang memimpin perlawanan rakyat yang disebut amuk hantarukung yang terjadi di masa sultan muhammad seman bin pangeran antasari
Ayah Bukhari bernama Manggir dan ibu bernama Bariah kelahiran Kampung Hantarukung, dalam wilayah Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Bukhari dilahirkan sekitar tahun 1850 dan semasa mudanya mengembara ke puruk cahu mengikuti pamannya Kasim yang menjadi panakawan (ajudan) dari Sultan Muhammad Seman. Sejak itu Sultan Muhammad Seman menjadikan Bukhari sebagai panakawan (ajudan)Sultan, dan Bukhari ikut berjuang di daerah Puruk Cahu,kalimantan tenga
Bukhari seorang yang setia mengabdikan dirinya. Ia orang yang dipercaya sebagai Pemayung Sultan. Ia dikenal di kalangan istana sebagai seorang yang mempunyai ilmu kesaktian dan kekebalan. Bahkan tersiar berita bahwa dengan ilmunya itu kalau ia tewas dapat hidup kembali. Ilmu ini diajarkan kepada siapa yang menjadi pendukungnya. Adanya kelebihan-kelebihan Bukhari tersebut, menyebabkan dia dan adiknya bernama Santar mendapat tugas untuk menyusun dan memperkuat barisan perlawanan rakyat terhadap Belanda di daerah banua lima,kalimantan selatan


Read More
 

BANJAR
 
Kota Banjarmasin adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan selatan,Indonesia.kota Banjarmasin juga disebut kota seribu sungai.Propinsi Kalimantan Selatan secara geografis terletak di antara 114 19" 33" BT - 116 33' 28 BT dan 1 21' 49" LS 1 10" 14" LS, dengan luas wilayah 37.377,53 km² atau hanya 6,98 persen dari luas pulau Kalimantan.Daerah yang paling luas di propinsi Kalsel adalah Kabupaten Kotabaru dengan luas 13.044,50 km², kemudian Kabupaten Banjar dengan luas 5.039,90 km² dan Kabupaten Tabalong dengan luas 3.039,90 km², sedangkan daerah yang paling sempit adalah Kota Banjarmasin dengan luas 72,00 km².Kalimantan Selatan secara geografi terletak di sebelah selatan pulau Kalimantan dengan luas wilayah 37.530,52 km2 atau 3.753.052 ha. Sampai dengan tahun 2004 membawahi kabupaten/kota sebanyak 11 kabupaten/kota dan pada tahun 2005 menjadi 13 kabupaten/kota sebagai akibat dari adanya pemekaran wilayah kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Kabupaten Balangan dan Kabupaten Kotabaru dengan Kabupaten Tanah Bumbu.Luas wilayah propinsi tersebut sudah termasuk wilayah laut propinsi dibandingkan propinsi Kalimantan Selatan. Luas wilayah masing-masing Kabupaten Tanah Laut 9,94 %; Tanah Bumbu 13,50%; Kotabaru 25,11%; Banjar 12,45%; Tapin 5,80%; Tabalong 9,59%; Balangan 5,00%; Batola 6,33%; Banjarbaru 0,97% dan Banjarmasin 0,19%. Secara rinci luas wilayah dan batas wilayah serta panjang garis pantai dapat dilihat pada tabel 1Daerah aliran sungai yang terdapat di Propinsi Kalimantan Selatan adalah: Barito, Tabanio, Kintap, Satui, Kusan, Batulicin, Pulau Laut, Pulau Sebuku, Cantung, Sampanahan, Manunggal dan Cengal. Dan memiliki catchment area sebanyak 10 (sepuluh) lokasi yaitu Binuang, Tapin, Telaga Langsat, Mangkuang, Haruyan Dayak, Intangan, Kahakan, Jaro, Batulicin dan Riam Kanan.
Read More

Kamis, 29 September 2011

 
RANGGAMAN
alat tradisional dikalimantan selatan untuk memanin padi

 
TAKURIHING
kalau di bahasa indonesiakan yaitu tersenyum
sedangkan bahasa inggrisnya yaitu smile
Read More
 
SANGA
berarti sembilan,istilah ini banyak digunakan ketika main kartu

BANJARBARU
MARTAPURA
RANTAU
KANDANGAN
BARABAI
AMUNTAI
TANJUNG
sebagian nama-nama kabupaten yang ada dikalimantan selatan

 
BAJU ADAT KALIMANTAN SELATAN
       Busana Pengantin Banjar adalah jenis busana pengantin suku banjar yang terdiri 4 macam yaitu :
  1. Bagajah Gamuling Baular Lulut, yaitu suatu jenis busana pengantin klasik yang berkembang sejak zaman kerajaan Hindu yang ada di Kalimantan Selatan. Pengantin wanita hanya memakai kemben yang disebut udat.
  2. Baamar Galung Pancar Matahari, yaitu suatu jenis busana pengantin yang berkembang sejak zaman munculnya pengaruh agama Islam dan kerajaan Islam yang ada di Kalimantan Selatan. Amar artinya mahkota kecil yang dipakai pengantin wanita, di Sumatera disebut sunting.
  3. Babaju Kun Galung Pacinan, yaitu suatu jenis busana pengantin yang mencerminkan masuknya pengaruh pedagang gujarat dan china di Kalimantan Selatan.
  4. Babaju Kubaya Panjang, yaitu suatu jenis busana pengantin yang menggunakan kebaya panjang.

DANDANG
permainan seperti layang-layang tapi untuk orang dewasa karena bentuknya yang besar
biasanya di bagian kerangka atas diletakkan dua ruas bambu yang sudah dikeringkan dan dibuat sedemikian rupa sehingga saat tertiup angin mengeluarkan bunyi

 
MUSIK PANTING
alat musik tradisional yang ada di kalimantan selatan
Read More
BANGANGA DAHULU
HANYAR BAUCAP
pepatah orang dahulu yang memiliki arti setiap kata-kata yang ingin diucapkan hendaknya
dipikirkan terlebih dahulu,karena mulut badan binasa
 
IPIKAPAM = IKAM
seperti kata bapajupu yang sudah dikatakan sebelumnya tadi.
ikam kalau di bahasa indonesiakan berarti KAMU


 
SUSUDU
(sendok)

 
PIAN NYAWA
pian dan nyawa dalam bahasa banjar berarti kamu,sedangkan perbedaannya kata memiliki makna lebih halus dan lebih sopan
Read More
 
emoticon orang banjar
takurihig artinya senyum
sadih artinya sedih
sarik artinya marah
takajut artinya terkejut
banyak bahasa banjar yang mirip dengan bahasa indonesia seperti kata-kata yang di atas tadi
Read More
 
IWAK PAPUYU
IWAK HARUAN
JANGAN TAPI KUYU
AMPUN KUITAN
sebuah pantun yang bersajak ab ab
pantun yang berisi pesan tentang nasihat untuk anak-anak yang menceritakan sesuatu yang masih milik orang tua,bukan hasil keringat sendiri,bukan menjadi suatu kebanggan.
Read More

Selasa, 20 September 2011

 
ulun dalam bahasa banjar berarti aku begitupun dengan unda,yang membedakannya ulun (bahasanya lebih halus,lebih hormat)
Read More
 
kopi ah atau susu ah?
kata-kata yang ditawarkan penjual minuman,maksudnya mau pesan kopi atau susu...
Read More